Paser – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Paser mencatat sebanyak 89 kejadian kebakaran dan non kebakaran yang berhasil ditangani sepanjang periode 1 hingga 31 Januari 2026. Dari jumlah tersebut, terdapat 9 kasus kebakaran serta 80 operasi penyelamatan non kebakaran yang melibatkan respons cepat petugas di lapangan.

Plt. Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Damkar Paser, Achmad Syachruni, menjelaskan bahwa dari sembilan peristiwa kebakaran yang terjadi, tiga kejadian menimpa pemukiman warga, sementara enam kejadian lainnya terjadi di tempat usaha.
“Penyebab kebakaran didominasi oleh korsleting listrik sebanyak lima kejadian, sedangkan empat kejadian lainnya disebabkan oleh human error,” ujar Syachruni dalam keterangannya, Rabu (4/2/2026).
Lebih lanjut ia merinci, wilayah yang tergolong rawan kebakaran selama Januari 2026 meliputi Kecamatan Tanah Grogot dan Kecamatan Long Ikis. Meski tercatat sembilan bangunan mengalami kerusakan dengan total estimasi kerugian materiil mencapai Rp1,7 miliar, Syachruni memastikan bahwa seluruh kejadian tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka.

Lonjakan Operasi Penyelamatan Non Kebakaran
Selain penanganan kebakaran, Damkar Paser juga mencatat lonjakan signifikan pada permintaan bantuan operasi non kebakaran, khususnya yang berkaitan dengan animal rescue dan evakuasi.
Operasi Tangkap Ular (OTU) menjadi jenis penanganan tertinggi dengan 22 kasus, di mana sebagian besar ular ditemukan masuk ke area pemukiman warga.
“Operasi tangkap ular pada bulan ini sudah luar biasa, mencapai 22 kasus, yang mana ular memasuki wilayah pemukiman,” jelas Syachruni.
Tak hanya itu, petugas juga menangani 14 kasus evakuasi manusia, seperti jari atau cincin tersangkut, kecelakaan, dan kondisi terkunci, serta 13 kasus mobil terperosok. Secara keseluruhan, total penanganan non kebakaran mencapai 80 kasus selama Januari 2026.

Upaya Pencegahan dan Edukasi
Sebagai langkah mitigasi dan pencegahan, Damkar Paser terus mengintensifkan inspeksi sistem proteksi kebakaran, khususnya pada gedung bertingkat dan fasilitas umum. Selain itu, Damkar Paser juga menjalankan Program Damkar Paser Goes To School sebagai upaya edukasi dini mengenai bahaya kebakaran kepada pelajar.
“Kami berharap masyarakat dapat mencegah kebakaran mulai dari rumah, kantor, hingga sekolah. Selalu lakukan pengecekan peralatan listrik dan sumber api agar kita dijauhkan dari marabahaya,” pungkas Syachruni.
