Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Paser kembali melaksanakan Program Damkar Paser Goes To School, kali ini bertempat di SMA Negeri 1 Long Ikis, Kamis (5/2/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya edukasi dan peningkatan kesadaran generasi muda terhadap pencegahan serta penanganan kebakaran sejak dini.

Kegiatan tersebut disambut baik oleh pihak sekolah. Kepala SMA Negeri 1 Long Ikis yang diwakili oleh Koordinator Guru, Didi Kurniadi, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program ini. Ia berharap seluruh siswa dapat mengikuti rangkaian kegiatan dengan baik dan memperoleh manfaat dari materi yang diberikan.
“Semoga seluruh siswa dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan ini dengan baik dan memahami pentingnya pengetahuan dasar penanganan kebakaran,” ujarnya.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Paser, M. Lukman Darma, mengatakan bahwa melalui Program Goes To School, Damkar Paser kembali melaksanakan sosialisasi terkait tugas dan fungsi pemadam kebakaran, sekaligus edukasi penanganan kebakaran kepada pelajar. Pada kesempatan ini, Damkar Paser menyasar tiga sekolah sekaligus, yakni SMK Muhammadiyah Long Ikis, SMA Negeri 2 Long Ikis, dan SMA Negeri 1 Long Ikis.

“Semoga lewat program ini, anak-anak kita bisa teredukasi terkait penanganan kebakaran, teknik serta alat-alat yang digunakan. Kami sangat senang bisa berinteraksi langsung dan berbagi ilmu kepada generasi penerus kita ini,” kata Lukman Darma.
Khusus di SMAN 1 Long Ikis, kegiatan diikuti oleh 326 siswa dan siswi yang tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian edukasi. Kepala Bidang Pencegahan Damkar Paser, Teguh Haryanto, melalui Kepala Seksi Peningkatan Kapasitas Aparatur dan Pemberdayaan Masyarakat, Suprapto, menjelaskan bahwa program Goes To School tidak hanya dilaksanakan di Kecamatan Long Ikis, namun akan terus dilanjutkan ke sekolah-sekolah lain di seluruh wilayah Kabupaten Paser.

Dalam pelaksanaannya, petugas Damkar Paser tidak hanya menyampaikan materi secara teori, tetapi juga memberikan contoh dan peragaan langsung. Para siswa diajak untuk mempraktikkan penanganan awal saat terjadi kebakaran.
“Saat keluar rumah perhatikan aliran listrik, jangan panik jika terjadi kebakaran, dan jika apinya masih kecil bisa menggunakan handuk basah untuk memadamkan api,” jelas Suprapto saat memberikan materi.

Antusiasme peserta terlihat saat praktik pemadaman api dilakukan. Menurutnya, penanganan awal sangat menentukan dalam meminimalisir dampak kebakaran.
“Anak-anak sangat antusias saat mempraktikkan pemadaman api. Penanganan awal itu menjadi langkah penentu sehingga dampak dari kebakaran dapat diminimalisir,” tutupnya.

Turut terlibat dalam kegiatan ini personel Damkar Long Ikis, Daryono dan Kurniawan, yang mendampingi dan membantu jalannya kegiatan edukasi di lapangan.
